Ibu Kecapean, 'Aku tidak tahu siapa ayahku'
Posted by: Unknown Posted date: 12.00 / comment : 0
Foto: Ist
KITANEWS.COM - KETIKA Kalijodo ramai diperbincangkan di media, titik utama yang dibayangkan tidak jauh dari prostitusi. Lalu menerawang ke persoalan minuman keras, premanisme, narkoba, dan tindak kejahatan lainnya.
Ketika persoalan tersebut terus mengemuka, pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Pemprov DKI hingga tingkat pemerintahan paling rendah pun sepertinya mampu menyatukan visi, bergandengan tangan menuju Kalijodo. Seolah-olah mereka disatukan dengan misi yang sama, ‘bumi hanguskan Kalijodo’.
Kalijodo seolah-olah akan dijadikan sasaran ‘meteor’ yang jatuh dari angkasa, semua penduduk diungsikan, sekolah dipindahkan, kegiatan perekonomian warga tak berjalan dan ‘para punggawa’ yang tadinya pasang badan hilang tiarap mencari perlindungan. Kalaupun ada yang bertahan seperti Daeng Azis tentu punya energi yang berlebih untuk melawan.
Namun dibalik itu, dari kisi-kisi kehidupan warga yang terusik, cukup menarik untuk ditelisik dan memahaminya secara sosial budaya. Pasalnya, kehidupan di Kalijodo tentunya tidak jauh berbeda dengan kehidupan lokalisasi lainnya.
Intinya numpang cari makan, membesarkan anak dan berharap bisa menjadi lebih baik pada masa depan. Sebuah harapan besar bagi setiap keluarga, apalagi doa kedua orang tua, meskipun berada di tempat yang salah. Sekolah yang posisinya berada di kawasan lokalisasi sekalipun, tentu berharap anak didiknya bisa mengubah dunia dengan cita-cita murid yang setinggi langit.
Suasana di Kawasan kalijodo Menjelang Relokasi/Dwi Haryanto
Ketika persoalan tersebut terus mengemuka, pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Pemprov DKI hingga tingkat pemerintahan paling rendah pun sepertinya mampu menyatukan visi, bergandengan tangan menuju Kalijodo. Seolah-olah mereka disatukan dengan misi yang sama, ‘bumi hanguskan Kalijodo’.
Kalijodo seolah-olah akan dijadikan sasaran ‘meteor’ yang jatuh dari angkasa, semua penduduk diungsikan, sekolah dipindahkan, kegiatan perekonomian warga tak berjalan dan ‘para punggawa’ yang tadinya pasang badan hilang tiarap mencari perlindungan. Kalaupun ada yang bertahan seperti Daeng Azis tentu punya energi yang berlebih untuk melawan.
Namun dibalik itu, dari kisi-kisi kehidupan warga yang terusik, cukup menarik untuk ditelisik dan memahaminya secara sosial budaya. Pasalnya, kehidupan di Kalijodo tentunya tidak jauh berbeda dengan kehidupan lokalisasi lainnya.
Intinya numpang cari makan, membesarkan anak dan berharap bisa menjadi lebih baik pada masa depan. Sebuah harapan besar bagi setiap keluarga, apalagi doa kedua orang tua, meskipun berada di tempat yang salah. Sekolah yang posisinya berada di kawasan lokalisasi sekalipun, tentu berharap anak didiknya bisa mengubah dunia dengan cita-cita murid yang setinggi langit.
Suasana di Kawasan kalijodo Menjelang Relokasi/Dwi Haryanto
Foto: Ist
Hebat! , dan sesungguhnya cita cita itu sudah ditanam semenjak masih duduk di bangku sekolah dasar. Tapi mengenaskan, jika cita cita itu tergantung tak terlihat, mengambang ketika tiga sosok murid tengah berbincang di gang Kalijodo.
Di sebuah gang sempit di Kalijodo, tiga orang bocah Soleh, Sarmen, Sarjo (bukan nama sebenarnya) tengah asyik berbincang. Tiga bocah ini merupakan teman-teman sebaya yang masih duduk di sekolah dasar. “Besok kita terima rapor ya Men! Aku yakin aku naik kelas dan nilaiku pasti bagus semua?” tutur Sarjo pada Sarmen.
Perbincangan tiga bocah yang tidak sengaja itu ternyata terus berkembang. “Ya, tentu saja, kamu kan pinter di sekolah. Aku sih naik kelas, tapi mungkin nilai ku tidak sebagus kamu Jo,” balas Sarmin.
Berhenti sejenak dan hening. Sarjo dan Sarmen menatap Soleh. “Kamu bagaimana Leh? Kenapa tidak ada komentar?”kata Sarjo dan Sarmen serempak sambil menatap Soleh. Mereka berdua berharap jawaban Soleh tetap optimis pada kenaikan kelas nanti.
Pelan tapi pasti akhirnya Soleh mencoba tersenyum.”Pak guru minta aku membawa orangtuaku datang saat terima rapor besok,” tuturnya dengan suara berat. Sepenggal perbincangan tiga bocah tadi berlanjut saat nama Soleh dipanggil guru kelas esok harinya saat menerima rapor.
Soleh memang dipanggil terakhir oleh Pak Sardin, guru kelas Soleh. “Soleh, ini giliranmu untuk terima rapor. Mana orangtuamu, saya ingin bertemu, karena nilai kamu banyak yang turun,” kata Sardin.
Soleh masih terdiam. Soleh menatap guru kelasnya, Pak Sardin. “Ibu saya masih tidur pak, kecapaian. Tadi malam lembur sampai subuh,” kata Soleh.
“Loh, ayahmu mana ?” timpal Pak Sardi. Lagi-lagi Soleh terdiam. “ Aku tidak tahu siapa ayahku, pak ? “jawab Soleh.
Pak Sardi terhenyak, terdiam. Sebagai seorang guru kelas, Sardi hampir lupa bahwa sekolah tempat dia mengajar berada di kawasan lokalisasi. Ada murid yang ‘tidak memiliki ayah’, atau siapa ayahnya. Wassalam.
(Sumber: Kriminalitas.com)
About Unknown
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Foto: Ist KITANEWS.COM - Berjodoh dengan Fakultas Kedokteran, Kak Seto lantas memutar tujuan dan masuk Fakultas Psikologi Universita...
-
Nama Lengkap : Jamal Mirdad Alias : No Alias Profesi : Artis Agama : Islam Tempat Lahir : Kudus Tanggal Lahir : Kamis, 7 Apri...
-
Foto: Ist KITANEWS.COM - KETIKA Kalijodo ramai diperbincangkan di media, titik utama yang dibayangkan tidak jauh dari prostitusi. L...
-
Foto: Ist KITANEWS.COM - Penyiar Fox Sports, Erin Andrews, menaikkan nilai gugatan perdata terkait kasus video telanjangnya yang d...
-
Foto: Ist KITANEWS.COM - Anne Frank, remaja putri Yahudi penulis buku harian yang menjadi gambaran peristiwa upaya Nazi membunuh etnis...
-
Kusni Kasdut. (Ist) KITANEWS.COM - NAMA Kusni Kasdut di era 70-an menjadi buah bibir hampir di semua kalangan. Pria legendaris deng...
-
Foto: Ist KITANEWS.COM - Sel tahanan bagi sebagian orang adalah momok menakutkan, tapi tidak dengan Yulian Paonganan. Meski mendekam...
-
Presiden Republik Indonesia Kedua, Syafruddin Prawiranegara. (Ist) galerisulut.com - Terlepas dari pernah tidaknya diajari di bangku...
-
Kitanews.com - Jalan poros di ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yakni akses di Ujoh Bilang yang mengubungkan ke kampung Long Ba...

Tidak ada komentar: